SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DPD PKS KOTA TEGAL
News Update :

PKS: Program PKBR sebagai Antisipasi Seks Bebas pada Remaja

Penulis: Achsin
Kamis, 23 Februari 2012 09:47
itoday - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perlu meningkatkan sosialisasi program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR) sebagai antisipasi meningkatnya perilaku seks bebas pada remaja yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Demikian dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahera (PKS), Herlini Amran dalam rilis yang diterima itoday, Kamis (23/2).

Menurut Herlini, pemerintah harus meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. "Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan adanya Pusat Informasi dan Konseling Remaja di daerah-daerah dan harus terus dipantau,” ujarnya.

Kata perempuan peraih gelar magister dari Univesitas di Pakistan ini, perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. "Apabila tidak segera diantisipasi, akan berisiko besar bagi pengelolaan kependudukan Indonesia yang akan dampak memicu rendahnya kualitas generasi bangsa Indonesia selanjutnya," papar Herlini.

Ia juga mengutarakan berdasarkan data BKKBN menunjukkan, Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2002-2003 menyebutkan, remaja yang mengaku memiliki teman yang pernah berhubungan seksual sebelum menikah pada usia 14-19 tahun mencapai 34,7 persen untuk perempuan dan 30,9 persen untuk laki-laki. Mereka yang berumur 20-24 tahun yang pernah melakukan hal serupa ada 48,6 persen untuk perempuan dan 46,5 persen untuk laki-laki.

Lanjutnya, hal serupa didapat dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008. Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.

“Pemerintah harus mengutamakan Program terobosan yang dilakukan melalui pendekatan dua arah yaitu remaja itu sendiri dan keluarganya. Pendekatan pada remaja dilakukan dengan mengembangkan PIK-remaja, sedangkan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai remaja dilakukan dengan mengembangkan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR),” papar Herlini.

Kata Herlini, apabila kesehatan reproduksi terus diabaikan oleh BKKBN, maka diakui atau tidak, akan berkorelasi dengan tingginya kasus seks bebas di kalangan remaja dan juga tingginya infeksi HIV/AIDS via hubungan heterseksual.

"Sehingga Indonesia semakin terlambat mencapai tujuan MDGs memerangi HIV/AIDS, dan semakin tingginya kasus-kasus pernikahan dini dengan segala problematika yang malah justru jauh dari dari visi BKKBN itu sendiri,” pungkasnya.
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright DPD PKS TEGAL KOTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.