BERITA TERKINI

( Profil ) Wakil Ketua DPR Dari PKS, Fahri Hamzah

pks.kotategalJAKARTA - Waktu subuh telah hampir tiba saat Ketua dan 4 Wakil Ketua DPR terpilih diambil sumpahjabatannya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Keempat pimpinan tersebut adalah Setya Novanto, Ketua DPR yang berasal dari Fraksi Partai Golkar, dan dengan empat Wakil Ketua, masing-masing Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Kurniawan (Fraksi PAN) dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS).

Benar, itu adalah Fahri Hamzah yang selama ini dikenal publik sebagai anggota dewan yang kerap menyuarakan hal kritis terkait kasus century yang merugikan negara dan rakyat puluhan triliun rupiah. Ia juga yang dengan gigih melawan adanya lembaga negara yang superbody dan anti pengawasan, serta Fahri juga yang memperjuangkan agar BPK eksis sebagai lembaga akuntabilitas negara yang kredibel dan dipercaya rakyat.

Bagaimana profil seorang Fahri Hamzah?

Berikut profil ringkas suami dari dokter bedah Farida Briani dan ayah dari putra kembar tersebut:

Fahri Hamzah mulai dikenal publik sejak reformasi bergulir, awal 1998. Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 Nopember 1971 ini adalah deklarator dan ketua umum pertama organisasi gerakan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Saat itu Fahri Hamzah menjadi sorotan media karena berbagai aksi yang dipimpinnya dan wacana yang dilontarkan guna menurunkan rezim yang berkuasa. Sebagai intelektual muda, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) ini banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan sejak menjadi mahasiswa. Ia pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat dan berbagai kegiatan lainnya.

Berbagai pengalaman dan keahliannya didedikasikan bagi lembaga legislatif di tingkat pusat sejak tahun 2004. Lewat PKS, Fahri Hamzah terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah kelahirannya, NTB. Fahri Hamzah pertama kali bertugas di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN. Inilah yang membuat ia makin memahami masalah di sektor riil umumnya dan masalah seputar BUMN khususnya.

Selanjutnya ia pernah merasakan menjadi anggota Komisi III, sebelum menjadi Wakil Ketua di Komisi yang membawahi masalah Hukum dan HAM pada tahun 2009. Fahri Hamzah juga pernah menjadi anggota Komisi VII dimana ia menekankan pentingnya kedaulatan energi nasional. Banyaknya perusahaan asing yang mengelola hulu migas dinilai menyebabkan tersedotnya sumber daya alam Indonesia ke negara lain.

Selain pernah menjadi anggota Badan Kehormatan DPR, Fahri juga sempat mencicipi menjadi anggota BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara). Di BAKN, ia memberikan perhatian besar terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK setiap tahun. Fahri Hamzah menekankan perlunya tindak lanjut yang memadai terhadap laporan-laporan BPK.

Disela aktivitas sebagai anggota Dewan, Fahri juga gemar menulis dalam berbagai artikel dan buku. Hingga kini telah terbit beberapa buku karyanya dengan judul “Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat”, “Negara, Pasar dan Rakyat”, “Kemana Ujung Century”, dan “Demokrasi, Transisi, Korupsi” yang diterbitkan melalui Yayasan Faham Indonesia (YFI).

Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang rasional, mengedepan argumentasi yang kuat dan selalu siap dengan segala risiko atas sikap dan pilihan politiknya bersama PKS. [pks.or.id]

Presiden PKS Anis Matta ( Khutbah Idhul Adha )

Khutbah Idul Adha: 
"Jalan Kebangkitan Dan Kepemimpinan Itu Adalah Bekerja Dan Berkorban" 
Oleh: Ustadz Anis Matta, Lc

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

الحمد لله الذي فرض الجهاد على المسلمين.. و جعله مناط عزهم و رفعهم..

اشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له.. و اشهد أن محمدا عبده و رسوله المبعوث رحمة للعالمين..

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم.. الذي أدى الأمانة.. و بلغ الرسالة.. و نصح الأمة.. و جاهد فى الله حق جهاده.. و على آل بيته الأطهار.. وأصحابه الأبرار.. الذين آمنوا به.. و صدقوا بما جاء به.. و ساروا على نهجه.. و اقتدوا بسنته.. و على من جاء ممن بعد هم من التابعين و تابعيهم.. و على كل من سار على نهجهم إلى يوم الدين..

فيا معاشر المسلمين.. أوصيكم و اياى نفسى الخاطئة المذنبة بتقوى الله.. فقد فاز المتقون.. وإن العاقبة للمتقين..

ALLAHU AKBAR 3x

Pagi ini memori sejarah kita membuka dirinya kembali, membawa kita pada kenangan ribuan tahun lalu. Pagi ini kita kenang lagi manusia-manusia agung yang telah menciptakan arus terbesar dalam sejarah manusia, membentuk arah kehidupan kita, dan membuat kita semua berkumpul di lapangan besar ini untuk sholat dan berdoa bagi mereka. Pagi ini kita agungkan lagi nama-nama besar itu: Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad saw.

Bayangkanlah bahwa lebih dari 4000 tahun lalu tiga manusia agung itu – Ibrahim, Hajar dan Ismail – berjalan kaki sejauh lebih dari 2000 km – atau sejauh Makassar Jakarta – dari negeri Syam – yang sekarang menjadi Syria, Palestina, Jordania dan Lebanon – menuju jazirah  tandus – yang oleh Al Qur’an disebut sebagai lembah yang tak ditumbuhi tanaman apapun –.

Bayangkanlah bagaimana mereka memulai sebuah kehidupan baru tanpa siapa-siapa dan tanpa apa-apa.Bayangkanlah bagaimana mereka membangun ka’bah dan memulai peradaban baru. Bayangkanlah bagaimana 42 generasi dari anak cucu Ibrahim secara turun temurun hingga Nabi Muhammad saw. membawa agama Tauhid ini dan mengubah jazirah itu menjadi pusat dan pemimpin peradaban dunia.

Bayangkanlah bagaimana Ka’bah pada mulanya hanya ditawafi 3 manusia agung itu, kini setiap tahunnya ditawafi sekitar 5 juta manusia dari seluruh pelosok dunia yang melaksanakan ibadah haji – dan dalam beberapa tahun ke depan akan ditawafi sekitar 12 juta manusia setiap tahun, persis seperti doa Nabi Ibrahim:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ..

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah membawa sebagian dari keturunanku untuk tinggal di sebuah lembah yang tak tertumbuhi tanaman apapun, di sisi rumahMu yang suci..Ya Tuhan kami, itu agar mereka mendirikan sholat.. maka penuhilah hati sebagian manusia dengan cinta pada mereka..” ( Surat Ibrahim: 37).

Bayangkanlah bagaimana jazirah yang tandus tak berpohon itu dihuni oleh hanya mereka bertiga dan kini berubah menjadi salah satu kawasan paling kaya dan makmur di muka bumi, persis seperti doa Ibrahim:
إِذْ وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آَمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ

“Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak..”(Surat Al Baqarah: 126)

Bayangkanlah bagaimana Nabi Ibrahim bermunajat agar lembah itu diberkahi dengan menurunkan seorang nabi yang melanjutkan pesan samawinya, dan kelak Nabi Muhammad saw menutup mata rantai kenabian di lembah itu, lalu kini – 1500 tahun kemudian – agama itu diikuti sekitar 1,6 sampai 1,9 milyar manusia muslim, persis seperti doa Ibrahim:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat Al Baqarah 129)

Bayangkanlah bagaimana – dari sebuah kampung kecil di Irak bernama Azar – Nabi Ibrahim datang seorang diri membawa agama samawi ini, melalui dua garis keturunan keluarga; satu garis dari istrinya Sarah yang menurunkan Ishak, Ya’kub hingga Isa, dan satu garis dari istrinya Hajar yang menurunkan Ismail hingga Muhammad, dan kini setelah lebih dari 4 millenium agama samawi itu – Islam, Kristen dan Yahudi – dipeluk oleh lebih dari 4 milyar manusia.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”(Surat Al Baqarah: 132).

ALLAHU AKBAR 3X

Pagi ini kita kenang lagi perjuangan 4 milenium lalu itu. Dan akan terus kita kenang hingga riwayat kehidupan berakhir saat kiamat datang kelak. Begitulah agar kesadaran sajarah kita tetap terjaga, bahwa;

Pertama, pertumbuhan adalah ciri agama.

Berbagai kerajaan, dinasti, rezim dan imperium datang silih berganti dalam sejarah manusia. Ia lahir, tumbuh besar, berjaya, lalu menua, melemah dan akhirnya mati. Tapi agama yang dibawa Ibrahim datang dan terus bertumbuh tanpa henti hingga kini. Tak ada kekuasaan – sezalim dan setiran apapun ia – yang sanggup menghentikan laju pertumbuhannya. Agama ini membangun kerajaan dalam hati dan pikiran manusia, bukan bangunan megah di atas tanah yang akan segera punah oleh waktu. Agama terus bertumbuh karena memberi arah bagi kehidupan manusia, mengakhiri pencarian akalnya akan kebenaran, kebaikan dan keindahan, serta memenuhi dahaga jiwanya akan cinta, ketenangan dan kebahagiaan.  Lihatlah bagaimana doa-doa Nabi Ibrahim menjadi kenyataan satu per satu dan terus menerus sepanjang waktu. Nabi Ibrahim mengajarkan kita sunnatullah yang menjadi hukum sejarah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an:

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

“Adapun buih itu pasti akan pergi sia-sia. Sedang yang bermanfaat bagi manusia akan bertahan di muka bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”.(Surat Ar Ra’du: 17)

Kedua, agama adalah narasi terbesar dalam sejarah manusia.
 
Arus sejarah yang digerakkan oleh narasi Barat lahir dari ruh Kristiani. Sementara arus sejarah yang digerakkan narasi Timur lahir dari Islam. Jadi di Barat maupun di Timur agamalah yang membentuk semua peradaban besar yang pernah menghiasi lembar-lembar sejarah manusia. Dan selamanya akan terus begitu. Semua pemberontakan manusia untuk keluar dari jalan agama – seperti yang kita saksikan di abad yang lalu melalui gelombang sekularisme dan ateisme, baik atas nama ilmu pengetahuan atau atas nama yang lain – hanya akan berujung dengan kesia-siaan dan kesengsaraan. Lihatlah misalnya bagaimana perang dunia pertama dan kedua mengorbankan sekitar 94 juta nyawa manusia. Pemberontakan itu lahir dari keangkuhan manusia yang terlalu rapuh, disusun oleh akal yang terlalu sederhana untuk melawan kebenaran abadi yang dibawah oleh agama.

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ..

“Allah adalah cahaya langit dan bumi…”(An Nuur: 35 )

Ketiga, Islam adalah agama masa depan manusia.

Rasio pemeluk Islam adalah sekitar 1 orang Muslim untuk setiap 1000 penduduk bumi di zaman Nabi Muhammad saw. Kini angka itu berkembang menjadi 1 orang Muslim  untuk setiap 5 orang penduduk bumi, termasuk sekitar 100 juta muslim yang menghuni benua Eropa dan sekitar 100 juta muslim yang menghuni China daratan.

Semua perang yang ditujukan untuk merusak citra agama ini – seperti label fundamentalisme dan terorisme – demi mencegah manusia memeluknya tidak akan sanggup mencegah pertumbuhan dan penyebarannya, bahkan di jantung sekularisme seperti Eropa dan Amerika.

Sementara itu semua sistem dan ideologi lain mulai bangkrut satu per satu seperti komunisme. Dan kini kapitalisme pun sedang menyusul secara perlahan dan pasti. Semua sistem dan ideologi itu tidak akan mampu memenuhi tuntutan dan dahaga manusia akan kebenaran, keadilan dan kebahagiaan. Dunia membutuhkan pencerahan baru, dan hanya Islamlah yang bisa membawa cahaya. Dunia membutuhkan sumber solusi, dan hanya Islamlah yang bisa menawarkan jalan keluar.

ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل و النهار ..

“Urusan (agama) ini pasti akan menjangkau seluruh manusia, sepanjang siang dan malam menjangkau (seluruh pelosok bumi)”.

Keempat, bekerja dan berkorban adalah tradisi kebangkitan dan kepemimpinan.

Bekerja itu seperti menanam pohon. Berkorban itu adalah pupuk yang mempercepat pertumbuhannya. Kita mengenang Nabi Ibrahim hari ini karena ia hanya bekerja menabur kebajikan di ladang hati manusia. Tanpa henti. Kita mengenang Nabi Ibrahim hari ini karena pengorbanannya yang tidak terbatas.

Makna hidup kita – baik sebagai individu maupun sebagai umat dan bangsa – terletak pada kerja keras dan pengorbanan tanpa henti dalam menebar kebajikan bagi kemanusiaan. Bekerja adalah simbol keberdayaan dan kekuatan. Berkorban adalah simbol cinta dan kejujuran. Itu nilai yang menjelaskan mengapa bangsa-bangsa bisa bangkit dan para pemimpin bisa memimpin. Hanya mereka yang mau bekerja dalam diam yang panjang, dan terus menerus berkorban dengan cinta, yang akan bangkit dan memimpin. Itulah jalan kebangkitan. Itulah jalan kepemimpinan. Itu nilai yang menjelaskan mengapa Islam – di masa lalu – bangkit dan memimpin peradaban manusia selama lebih dari 1000 tahun. Dan itu jugalah jalan kebangkitan kita kembali: bekerja keras dan berkorban tanpa henti. Dengarlah firman Allah swt:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan katakanlah (hai Muhammad), bekerjalah kalian, nanti Allah yang akan menyaksikan amal kalian, beserta RasulNya dan orang-orang yang beriman”. (Surat At Taubah:105)

ALLAHU AKBAR 3X

Hari ini – sebagaimana kita mengenang manusia-manusia agung itu; Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad saw – kita juga mendengar rintihan hati umat manusia dari berbagai pelosok dunia. Di belahan dunia Islam ada rintihan anak-anak Palestina, Irak, Afganistan, Sudan, dan Khashmir yang membutuhkan solidaritas dan bantuan kita untuk membebaskan mereka dari kezaliman dan penjajahan. Bahkan  bumi pertiwi sedang berduka. Hampir setiap saat, kita dikagetkan dengan berbagai macam bencana dan musibah, tak ada ujungnya. Bencana ada di sekitar kita, lebih-lebih di bulan ini, mulai dari banjir lumpur Warior, tsunami Mentawai dan gunung Merapi, bahkan gempa bumi setiap hari. Ratusan jiwa meninggal.

Sementara di belahan dunia lainnya, ada milyaran jiwa manusia yang hidup dalam kehampaan dan juga menanti para pembawa cahaya kebenaran untuk menyelematkan dan mengeluarkan mereka dari himpitan hidup yang pengap kedalam rengkuhan cahaya Islam yang penuh rahmat. Tangis hati para korban kezaliman di Dunia Islam dan rintihan jiwa para pencari kebenaran di Dunia Barat sama-sama menantikan kehadiran kepemimpinan baru yang datang membawa cahaya kebenaran, cinta bagi kemanusiaan, tekad untuk bekerja keras serta kemurahan hati untuk terus berkorban.

Marilah kita bangkit membebaskan diri kita dari keserakahan dan kebakhilan, kesedihan dan ketakutan, kelemahan dan ketidakberdayaan, egoisme dan perpecahan. Marilah kita bangkit dengan semangat kerja keras dan pengorbanan tanpa henti, melupakan masalah-masalah kecil dan memikirkan serta merebut peluang-peluang besar bagi kejayaan umat dan bangsa kita. Marilah kita bangkit dengan kepercayaan penuh bahwa Islam adalah masa depan manusia dan bahwa masa depan adalah milik Islam. Marilah kita bangkit dengan semangat dan keyakinan penuh bahwa kita bisa memimpin umat manusia kembali jika kita mau bekerja keras dan berkorban demi cita-cita besar kita.

ALLAHU AKBAR 3X 

Rachmat : Paradigma Sehat Sebagai Pelayanan Prima

pks.kotategal - Pada periode kepemimpinan Walikota Ikmal Jaya mencanangkan Tegal Sehat dalam bentuk munculnya program jamkesda yang kemudian ditingkatkan menjadi jamkesta bagi seluruh warga Kota Tegal . Bila diteliti pada pelaksanaan jamkesda , jamkesta maupun jamkesmas maka anggaran yang disiapkan adalah untuk membiayai pengobatan bagi warga yang sakit atau yang biasa disebut kuratif dan rehabilitatif . Dan konstruksi anggaran kesehatan Pemerintah Kota Tegal bila dipilah dari pendekatan kuratif  dengan preventif maka berkisar 94 % : 6 % .
Paradigma sakit adalah cara pandang dalam upaya kesehatan yang mengutamakan upaya kuratif dan rehabilitatif. Penanganan kesehatan penduduk menekankan pada penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas . Hal ini menjadikan kesehatan sebagai suatu yang konsumtif. Bila warga memeriksakan diri berapa angka kolesterol , gula darah , asam urat atau general check up di puskesmas maupun rumah sakit dalam rangka mengetahui tingkat kesehatan dirinya maka tidak bisa dibiayai melalui jamkesta , lain halnya kalau pemeriksaan Laboratorium tersebut sebagai bagian dari diagnosa penyembuhan maka akan ditanggung biayanya . Ini salah satu bukti bahwa anggaran masih pendekatan paradigma sakit.
RSU Kardinah dari tahun ke tahun meraih pendapatan selalu meningkat seiring perbaikan infrastruktur maupun kualitas pelayanan sehingga menjadi rumah sakit rujukan . Tahun 2013 pendapatan RSU kardinah berkisar 65 Milyar mendominasi PAD Kota Tegal yang baru berkisar 160 Milyar . Kenaikan pendapatan ini bisa ditafsirkan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat .
            Bandingkan dengan Paradigma sehat yang merupakan cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Cara pandang ini menekankan pada melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya panyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan. Dengan diterapkannya paradigma ini, diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
            Sebagai langkah maju atau one step ahead , saatnya Pemkot dengan visi pelayanan prima harus mulai menggeser dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat . Semoga Walikota Hj Siti Masitha dapat merespon usulan ini dalam RPJMD yang belum dibahas lebih lanjut oleh DPRD periode 2014 – 2019 .

Guru Teladan Jadi Wakil Rakyat Di Senayan

pks.kotategal - Sekitar tahun 1992, mungkin akan menjadi tahun yang penuh dengan penderitaan sekaligus paling terkenang dalam hidup pria satu ini. Saat itu, sang istri yang tengah hamil tua terpaksa melahirkan anak kedua di rumah biasa, bukan rumah bersalin seperti layaknya Ibu – ibu hamil lainnya. Fikri Faqih, begitulah nama pria yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, tak menyangka bahwa keputusannya untuk bergabung dengan para aktivis tarbiyah mendapat penolakan yang sedemikian ekstrim. Hampir semua rumah bersalin di Slawi, Tegal, jawa Tengah menolak kelahiran putra kedua Fikri, Miqdad, dikarenakan hanya satu hal. Fikri dan keluarga waktu itu dicap pengikut aliran sesat, sehingga semua rumah bersalin menolak untuk membantu kelahiran sang istri.

Namun demikian setelah Fikri dan sang istri terus berjalan menggunakan Vespa, meminta pertolongan seseorang, pada akhirnya sang bayi pun lahir dengan selamat, berkat bantuan sekeluarga yang baik hati di daerah Pesayangan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Itulah sekelumit kisah yang cukup menyedihkan bagi Fikri, dan para aktivis dakwah dimasa awal kelahiran dakwah. Mereka  disebut oleh masyarakat sekitar sebagai aliran yang berbeda dan cenderung menyesatkan masyarakat.

Tahun 1990an, saat benih – benih dakwah ini mulai bersemi, tribulasi dan tantangan hebat memang langsung menghampiri jamaah ini. Cobaan berupa fitnah yang dahsyat pun sempat di alami oleh Fikri. Kajian – kajian yang sering dilakukan oleh jamaah Ulinuha Tegal yang menjadi satu – satunya lembaga resmi dakwah waktu itu, membuat masyarakat sekitar merasa asing dengan kebiasaan para jamaah Ulinuha. Itulah yang membuat jamaah ulinuha dan para kader didalamnya menerima fitnah yang luar biasa karena dianggap sesat. Dan bagi Fikri dan kawan – kawannya di generasi awal tarbiyah, hal tersebut tentu menjadi tantangan yang harus dihadapi. Berbekal keyakinan yang sepenuh hati, Fikri pun tetap pada komitmennya untuk terus berjuang bersama dakwah, hingga kini, dan selamanya.

Bergabung bersama generasi awal dakwah
A Fikri Faqih, pria yang saat ini mendapatkan amanah sebagai Ketua DPW PKS jawa Tengah, mungkin tak menyangka rintisan dakwah yang dulu ia rasakan bersama segelintir teman – temannya, saat ini berkembang sangat pesat, membuat Partai, ikut Pemilu, dan ikut berkontribusi dalam melayani masyarakat. Karakter organisatoris memang sangat melekat dalam diri seorang Fikri Faqih. Tercatat, sejak SMP dirinya sudah mulai aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Slawi Kabupaten Tegal. Bahkan saat memasuki masa SMA, Fikri sudah menduduki jabatan Ketua Pengurus Daerah (PD PII) pada tahun 1979. Dan semenjak itu pula sentuhan tarbiyah mulai ia rasakan, karena ia bersinggungan langsung dengan Zuber Safawi, yang saat ini menjabat sebagai Aleg DPR RI.

Hal yang paling menarik adalah saat Fikri mulai masuk di ranah kehidupan kampus, saat ia mengambil jurusan Pendidikan Teknik Elektro IKIP Negeri Semarang, (sekarang Unnes). Meski dia pada awalnya tak begitu aktif di PII, namun aktifitasnya yang berbau masjid masih terus ia lakukan. Menjadi pengurus Masjid Al – Huda Kampus IKIP Negeri Semarang, sampai yang paling mengesankan adalah ketika memperjuangkan hak – hak muslimah untuk berjilbab melalui gerakan Jilbab di sekolah.

Karena pada waktu itu memang pemerintah terutama instansi pendidikan sangat ekstrim memperlakukan aturan seputar jilbab. Dan bahkan sampai ada muslimah yang ketika ketahuan berjilbab, langsung dikeluarkan dari kelas. Untuk itu pada akhirnya Fikri bersama teman – teman masjidnya berjuang sekuat tenaga untuk mengadvokasi kaum jilbabers tersebut. Dan pada akhirnya setelah berjuang dengan segala cara, muslimah pun dapat menikmati kebebasannya dalam menutup aurat dengan jilbab.

Setelah sempat tidak aktif di PII, Fikri kemudian kembali ke organisasi ini dan langsung menjabat sebagai Wakil ketua Pengurus Wilayah (PW PII) untuk periode 1983 -1986 bersama koleganya Ikhsan Mudzakir. Keaktifannya kembali di PII inilah yang menjadi cikal bakal pertemuannya dengan Mutamimul ‘Ula, perintis dakwah Jawa Tengah, hingga akhirnya prosesi rekrutmen tarbiyah pun terjadi. Pada waktu itu tahun 1986, sejak kuliahnya usai, ia dihubungi Mutamimul ‘Ula untuk mengikuti Dauroh Rekrutmen Tarbiyah, dan pada akhirnya ia resmi ikut halaqoh yang dibina langsung oleh Mutamimul ‘Ula. Fikri ikut liqo bersama Kamal fauzi, Jatmiko (sekarang Ketua Partai Bulan Bintang), Ferry Firman, Abdul Wakhid, dan Zuber Safawi.

Selain ikut halaqoh tarbiyah, Fikri juga ditarik untuk membantu mengajar di STM Muhammadiyah Slawi, dan dijadikan kepala sekolah STM mengingat waktu itu sekolah ini baru rintisan. Karena posisi Fikri yang menjadi kepala Sekolah inilah, Fikri juga bisa mengajak para guru di Sekolah untuk ikut mengaji. Namun demikian, awal tahun 1990an, Fikri dan teman – temannya mulai dicurigai sebagai ajaran sesat. Sampai kemudian terdengar istilah untuk para aktivis dakwah ini dijuluki kaum sujud nglabruk dan injak – injak kaki. Hal itu juga karena diakibatkan pada waktu itu para aktivis dakwah ini berbeda dalam penetapan Hari raya. Hari Raya pemerintah hari Kamis, sementara jamah dakwah yang tergabung dalam Mahad Ulinuha ini ber idul Fitri pada hari Selasa. Hal ini juga yang mengakibatkan masyarakat sekitar memberikan cap aliran sesat kepada jamaah Mahad Ulinuha yang berisikan para generasi awal tarbiyah. Sehingga selain kelahiran anak keduanya ditolak karenan tuduhan semacam ini, Fikri diturunkan jabatannya menjadi Guru Biasa, bukan lagi sebagai Kepala STM Muhammadiyah. Namun demikian hal tersebut tak menyurutkan langkah Fikri untuk selalu istiqomah di dalam dakwah.

Setelah menikah pada tahun 1990, Fikri kemudian mendapatkan amanah dakwah menjadi Ketua Dewan Pembina Mahad Ulinuha. Amanh baru menjadika Fikri semakin semangat untuk memperkarya wawasan di bidang dakwah dan tarbiyah. Hal itu dilakukan dengan mengikuti liqo tansiqi yang diselenggarakan di Yogyakarta, Surakarta, Tegal, dan Jawa Timur. Hal itu terus dilakukan Fikri dan teman – teman seangkatannya seperti kamal Fauzi, Muhammad Haris, dan teman – temannya yang lain sampai menjelang awal berdirinya Partai keadilan (PK) yang kelak menjadi organisasi resmi para aktivis dakwah pada tahun 1998.

Menjelang diputuskannya deklarasi pembentukan PK, seluruh aktivis dakwah di Indonesia melakukan pemungutan suara meminta jajak pendapat kader – kader di daerah, terkait memilih Ormas atau Parpol. Fikri yang waktu itu juga memiliki hak suara termasuk yang memilih pembentukan Ormas daripada Partai. Akan tetapi karena suara terbanyak adalah Partai, maka diputuskanlah pembentukan PK, yang di deklarasikan di Masjid Sunda Kelapa, Depok. Di Jawa tengah ada Jamaah yang mewakili aktivis dakwah dari wilayah, yakni Jamaah Ulinnuha di eks-Karesidenan Pekalongan, Jamaah Qolbun Salim yang mewakili eks karesidenan Surakarta. Setelah PK berdiri, Partai ini lalu berhak mengikuti Pemilu pertama kali pasca reformasi, yaitu tahun 1999.

Fikri Faqih yang pada Pemilu 1999 masih menjabat sebagai Guru PNS di SMK Muhammadiyah Slawi, menghadapi peraturan baru, yaitu PP No 5/12/1999 tentang PNS yang tidak diperbolehkan menjadi anggota Partai Politik. Padahal  waktu itu Fikri diminta untuk menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) Kabupaten Tegal. Pada akhirnya setelah konsultasi dengan keluarga, murobbi, dan para koleganya, Fikri melepas jabatannya sebagai guru dan lebih memilih terjun ke Partai Politik PK yang dia besarkan bersama teman – temannya para aktivis dakwah. Singkat cerita, Fikri Faqih pada akhirnya terpilih menjadi Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Tegal pada tahun 1999.

Guru Teladan

Peraturan Pemerintah (PP) No 5/12/1999 tentang PNS yang tidak diperbolehkan menjadi anggota Partai Politik rupanya membuat bimbang sosok Fikri faqih. Dia harus memilih tetap menjadi PNS atau melepasnya agar bisa bergabung menjadi Anggota Partai keadilan (PK). Setelah berkonsultasi dengan keluarga, akhirnya Fikri memilih untuk bergabung dengan PK. Padahal kalau dikalkulasi dari tingkat kesejahteraan, menjadi guru pada waktu itu memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dari sekedar Anggota DPRD. Pada tahun itu, 1999, Gaji PNS adalah 710.000, selisih 100.000 dari gaji DPRD yang hanya memiliki gaji 610.000.

Namun bagi Fikri, hal tersebut tergantung motivasinya, dan dia lebih memiliki motivasi untuk terjun dalam dunia politik, melayani masyarakat, dan pelan – pelan memperbaiki bangsa yang sedang dalam masa transisi. Oleh karena itu dengan tekad bulat dan dukungan penuh dari pihak keluarga, kerabat, dan para aktivis dakwah di seluruh Jawa Tengah, Fikri Faqih maju menjadi Caleg DPRD Kabupaten Tegal periode `1999-2004. Pada akhirnya Fikri terpilih menjadi Anggota DPRD Partai keadilan.

Walaupun sudah melepaskan jabatannya sebagai PNS, kontribusi Fikri dan prestasi di dunia pendidikan sungguh luar biasa. Fikri pernah menjadi Guru teladan ketiga dan satu –satunya dari Sekolah Swasta yang meraih kategori ini. Kategori guru teladabn ini ia dapatkan setelah dirinya aktif menjadi Juri dalam Lomba Karya Ilmiah remaja (KIR) yang diselenggarakan di skeolah – sekolah Tegal. Selain itu, Fikri juga aktif menulis di berbagai media massa, sehingga hal tersebut menjadikan diirnya Guru Teladan Kabupaten Tegal.

Menjadi Qiyadhah Dakwah Jawa Tengah

Fikri Faqih seperti ditakdirkan terlahirkan menjadi juru selamat dan kader dakwah yang membawa kebermanfaatan bagi ummat. Hal itu tak lepas dari perannya yang sangat sentral untuk Partai dakwah yang ia rintis sejak awal tahun 1990an sampai akhirnya menjadi besar dengan gerbong Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tercatat setelah dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal, amanah struktural pun menghampirinya. Tahun 1999 diamanahi sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tegal. Kemudian pada tahun 2000- 2004, Fikri diberikan amanah sebagai Ketua Daerah Dakwah Lima (Dadali) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah. Setelah sukses merintis dakwah dan membangun di daerah dakwah lima, Fikri kemudian diamanahi sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Tengah, terhitung sejak tahun 2004 – 2009.

Seiring pergantian pengurus di DPW, Fikri kemudian melanjutkan kiprahnya dalam Partai Dakwah dengan menjadi Ketua DPW PKS Jateng untuk periode 2010 – 2015. Tentu berbagai bekal dan pengalaman Fikri selama ini menjadi modal baginya untuk menjadi qiyadhah dakwah Jawa Tengah, mengkorrdinasikan DPD – DPD se-jawa tengah dalam mengemban amanah dakwah.

Sang Qiyadhah pelayan rakyat

Selain menjadi sosok qiyadhah atau pemimpin bagi PKS Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih juga sejak awal berdirinya Partai langsung berkecimpung dalam kontribusi kepada masyarakat. Hal itu dilakukannya sejak dia menjadi Anggota DPRD PK Kabupaten Tegal. Ia adalah satu – satunya Aleg dari PK waktu itu yang langsung menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PPK (Persatuan Pembangunan dan Keadilan), karena waktu itu PK bergabung dengan PPP di DPRD Kabupaten Tegal. Berada Komisi A yang membidangi masalah Pemerintahan. Fikri dianggap pas oleh koleganya sesama anggota DPRD lainnya menjadi sekretaris Komisi karena pengalaman Fikri yang memang pernah menjadi organisatoris saat masih kuliah, yakni di PII.

Setelah selesai menjadi Aleg DPRD Kabupaten, sesuai hasil keputusan Syuro, Fikri dicalonkan menjadi Aleg Provinsi dari Dapil 10, dan pada akhirnya bersama 7 orang rekannya, yakni Agus Abdul Latif, Kamal Fauzi, Aisyah Dahlan, Mahmud Mahfudz, Muhammad Haris, dan Sukoco terpilih menjadi aleg Provinsi Jawa Tengah dari PKS. Dan dikarenakan pengalamannya pernah sebagai Aleg, Fikri kemudian didaulat untuk menjadi Ketua Fraksi PKS, sampai 2009.  Selain jadi Ketua Fraksi, Fikri juga menjabat sebagai Koordinator Aleg PKS se-Jawa tengah. Dan seringkali Fikri menyelenggarakan agenda pertemuan bersama dengan Aleg PKS se-jateng.

Tahun 2009, untuk kedua kalinya Fikri Faqih dipercaya masyarakat di Dapil 10 menjadi Aleg Provinsi untuk kedua kalinya, kali ini, dia pun langsung mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, untuk masa bakti 2009 – 2014. Dengan demikian Fikri menjadi wakil rakyat sejak tahun 1999 sampai 2014, atau kurang lebih sekitar 14 tahun. Tentu waktu yang sangat lama untuk bisa berkontribusi dengan masyarakat, dan lebih dekat dengan rakyat jawa Tengah.

Pejabat yang sederhana

Meskipun jabatannya saat ini adalah sebagai seorang Wakil Ketua DPRD Provinsi dan juga Ketua DPW PKS Jawa Tengah, hal tersebut tidak merubah wataknya yang selalu ingin tampil sederhana. Hal itu dibuktikan ketika awal – awal Fikri datang ke Semarang, dia langsung taat asas dengan berdomisili di Semarang. Karena memang waktu itu sesuai UU Tahun 2004 tentang SUSDUK, menyatakan bahwa Aleg Provinsi harus berdomisili di Ibukota Provinsi. itulah yang pada akhirnya membuat Fikri harus berdomisili di Semarang. Tepatnya waktu itu dengan mengontrak di Jalan Menteri Supeno Semarang.

Walaupun kemudian pada tahun 2006 sudah memiliki rumah sendiri di kawasan palebon, Semarang, hal itu tak mengubah kesederhanaan dalam sikap dan perilakunya. Ia pun mengajarkan kepada anak – anaknya untuk selalu hidup dalam kesederhanaan. Ia memberikan pembelajaran kepada anak – anaknya bahwa seseorang harus selalu siap dengan segala kondisi yang ada. Kadang berada diatas, dan juga di bawah.

Fikri juga selalu berpedoman bahwa setiap kader dakwah harus siap dengan segala kondisi yang ada. Bahasa yang ia gunakan adalah sam’an wa tho’atan. Siap ditunjuk kapanpun untuk mengemban amanah dakwah, akan tetapi disatu waktu yang lainnya, juga harus siap ketika tidak dijadikan apa – ada dalam dakwah ini. Yang terpenting dari semua itu menurut Fikri adalah bahwa jadikan setiap aktivitas ini bernilai dengan dakwah, fokus dengan dakwah, insyaallah hasilnya akan dicapai ketika ikhlas menerimanya.

Kini Fikri terpilih menjadi salah satu dari empat wakil rakyat dari Jateng yang duduk di Senayan. Fikri pun siap melaksanakan amanah rakyat, menjadi pelayan masyarakat Indonesia.[dm/pksjateng]

Anis Matta : Di Wajah Prabowo Ada Aura Seorang Presiden

PALEMBANG, pks-kotategal.org - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengajak massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajassa untuk kembali melihat aura presiden yang ada di wajah Prabowo. Menurutnya, Prabowo Subianto adalah calon yang tepat untuk memimpin Indonesia.
"Tatap wajah calon Presiden kita. Mumpung matahari masih bersinar cerah. Apakah anda lihat ada aura presiden di wajah beliau? Ya, aura presiden itu cukup bagi kita yakin untuk memilih Prabowo sebagai pemimpin Indonesia," ujarnya ketika berorasi di kampanye akbar pasangan Prabowo-Hatta di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/6).
Uniknya, di tengah-tengah acara kampanye ada salah satu pendukung pasangan Prabowo-Hatta yang berprofesi sebagai penjual racun tikus dengan bersemangat naik ke atas panggung dan mengatakan bahwa Prabowo-Hatta akan menyelamatkan Indonesia.
Kampanye akbar yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 11.30 WIB ini juga turut diramaikan pula oleh artis ibukota Uut Permatasari dan Denada.
Selain menghadiri kampanye akbar di Benteng Kuto Besak, Prabowo beserta rombongan mengikuti rangkaian kegiatan di Palembang. Rombongan bersilatuhim ke rumah Pembina Kerukunan Keluarga Palembang H. Alim. Ikut hadir disana pembina Partai Demokrat Marzuki Ali. Setelah itu dilanjutkan ke pasar 16 ilir dan ditutup dengan konferensi pers di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Setelah Kampanye Akbar di Palembang, rombongan langsung bertolak untuk melanjutkan kampanye di Lampung.
Sumber: pks.or.id

Terkait Pilpres, Presiden PKS: Masyarakat Sudah Cerdas untuk Memilih

Depok (20/1) - pks-tegalkota.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menghadiri acara silaturahim ulama, tokoh dan relawan PKS se-Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok, Senin (20/1). Dalam konferensi persnya, Anis mengatakan bahwa kunjungannya tidak terkait dengan penyapresan dirinya.
"Saat ini, kita di sini melakukan koordinasi dengan seluruh kader dan relawan untuk pemenangan 2014," kata Anis kepada wartawan.
Didampingi Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, Anis menjelaskan bahwa terkait calon Presiden masyarakat sudah cerdas untuk memilih, "demokrasi kita sudah terbangun baik, kadernya baik, panggungnya baik, kita kembalikan ke masyarakat untuk memilih," tambahnya.
Disinggung apakah PKS akan berkoalisi pada pemilihan Presiden mendatang, Anis mengatakan PKS masih akan menunggu hasil pemilihan legislatif.
"Kita semua partai sedang menunggu hasil pemilu legislatif, tapi tidak tahu juga dengan hasil Constitutional Review UU terkait Pemilu legislatif, semua menunggu hasil pileg untuk bagaimana koalisi kedepannya," ungkap Anis.
Terkait survey, Anis menjelaskan bahwa PKS menganggap semua hasil survey sebagai peringatan jika buruk, dan juga tidak tinggi hati jika hasilnya bagus, karena menurutnya hasil akhir penghitungan suara selalu memberikan kejutan. "Pengalaman kami dulu 2009, hasil survey selalu buruk tapi alhamdulillah hasil akhir penghitungan suaranya bagus. Jadi kami terima semua hasil survey sebagai cambuk untuk kami bekerja lebih baik lagi," paparnya.
Selanjutnya Anis menegaskan, Saat ini fokus partai ada pada pemenangan pemilu legislatif dan bantuan bencana banjir di wilayah-wilayah banjir, terutama wilayah banjir yang kader PKS menjadi Kepala Daerah atau Wakilnya.
"Tadi ada Gubernur Jawa Barat, Pak Ahmad Heryawan hadir disini, insya Allah nanti malam kemari lagi," pungkas Anis dengan tersenyum. (pks.or.id)

PKS Jateng Dirikan Posko Banjir Pantura

SEMARANG (22/1),pks-tegalkota.com — Curah hujan yang terus meninggi sepekan terakhir ini mengakibatkan banjir mulai melanda kawasan pantura Jawa Tengah. Dari data yang dihimpun, setidaknya wilayah Jepara, Kudus, Semarang, Kendal hingga kawasan Pekalongan mengalami banjir yang cukup parah. Akibatnya banyak warga yang terpaksa harus mengungsi.
Melihat kondisi ini, kesatuan Cepat Tanggap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah segera bergerak untuk menangani bencana tahunan ini. PKS mendirikan posko dan memberikan bantuan untuk korban banjir di semua wilayah banjir Jateng
Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng, Fikri Faqih, pihaknya masih akan terus berupaya untuk membantu semaksimal mungkin penanganan banjir ini.
 “Kita akan terus melakukan penanganan dengan memberikan bantuan kepada korban banjir, mendirikan posko banjir, dan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat melakukan upaya evakuasi dan pemulihan,” kata Fikri.
Sementara itu, Tim Cepat Tanggap PKS Jateng juga meluncur ke lokasi bencana di Kudus untuk melakukan evakuasi warga. “Tim kita sedang bergerak menuju Kudus semalam, karena banjir Kudus cukup parah sehingga Tim Kepanduan kita terjunkan kesana,” ungkap Solikin, Komandan Korps Kepanduan PKS Jateng yang juga koordinator Tim Tanggap Bencana.
Selain menerjunkan tim, PKS Jateng juga memberikan bantuan kepada korban banjir yang mengungsi, terutama di Pekalongan dan Jepara. Para tokoh PKS pun turun langsung memberikan bantuan kepada korban banjir tersebut.
Di Pekalongan, PKS Kabupaten dan PKS Kota Pekalongan berkolaborasi untuk menangani banjir di wilayah tersebut dengan mendirikan posko terpadu. Selain posko terpadu, para kader, simpatisan dan para caleg PKS setempat juga aktif memberikan bantuan berupa mie instan, beras dan nasi bungkus kepada para pengungsi banjir Pekalongan.
Banjir di wilayah Pantura diperkirakan akan mencapai puncaknya hari ini dan besok (21-22) sehingga tim cepat tanggap PKS terus bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.[pksjateng]
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. DPD PKS TEGAL KOTA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger