DPD PKS KOTA TEGAL

DPD PKS KOTA TEGAL

BERITA TERKINI

Lomba Hadroh Meriahkan Musda 4 PKS Kota Tegal

Tegal, PKS KOTA TEGAL - Penampilan grup hadroh Ulil Albab, berhasil menarik perhatian juri festival lomba hadroh, dan menyisihkan 8 peserta lain. Kekompakan dengan kualitas vocal yang kuat menjadikan Ulil Albab tampil sebagai pemenang. Penampilannya memukau dengan paduan vocal grup yang kompak dan kuat. Selain ditopang dengan kualitas vocal yang mumpuni, penampilannya juga diiringi dengan gerakan-gerakan tarian dari penabuh rebana yang tampil ritmis.

Secara cerdas, mereka memainkan tidak hanya lagu-lagu shalawat, tapi juga dikombinasikan dengan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Tanah Air Beta, dan juga tampak ritmis memadukan memainkan music rap, hanya dengan memanfaatkan instrument rebana dan acapela yang kualitasnya tidak bisa dianggap sepele.

Ali Muzaeni, pimpinan hadroh Ulil Albab, mengatakan bahwa dirinya termotivasi menekuhi hadroh untuk syiar shalawat. Keseriusannya melatih dan berlatih ternyata tidak main-main.
Buktinya dari sekitar 20 kali ikut lomba, 20 kali pula grup ini berhasil menjadi juara. Termasuk diantaranya pernah menjuarai lomba hadroh dalam rangka hari jadi Kabupaten Tegal, Juara 1 Festival Hadroh Tingkat Propinsi tahun 2014 yang diselenggarakan UNNES. Termasuk lomba yang diselenggarakan PKS. Persiapan ikut lomba ini dua hari dua malam.

Grup yang beranggotakan 17 personil ini sangat mengapresiasi positif acara festival hadroh yang diselenggarakan PKS. “Baru pertama kali acara Musda ada lomba hadroh. PKS Kok bisa ya, karena biasanya kalau acara-acara resmi kayak gini jarang sekali ada hadroh. Tetangga saya juga PKS, kadang sering dengerin kami latihan,” katanya. Ia berharap PKS menjadi lebih baik, dan bisa menyejahterakan rakyat sesuai visi misinya. [Ali Irfan]

500 Kader Ikuti Acara Musda 4 PKS Kota Tegal

TEGAL. PKS KOTA TEGAL - Sebanyak 500 orang anggota PKS mengikuti perhelatan Musda 4 PKS Kota Tegal yang digelar, Minggu (1/11/15) di Gedung Felis, Alun-alun Kota Tegal.

Ketua Panitia Musda Zaenal Nurohman mengatakan untuk memilih dan menentukan pengurus memastikan tidak ada jegal-jegalan, tidak ada money politic. Zaenal mengatakan Musda PKS punya ciri khas tersendiri. Pemilihan siapa yang akan jadi pengurus, bermula dari mengusulkan 20 nama kader ke DPW PKS Jateng. Dari 20 nama tersebut diseleksi menjadi 15 kader terbaik. Dari 15 ini akan diambil 9 pengurus DPD PKS Kota Tegal.
Pengurus DPP Anggota DPR RI Komisi VIII Drs. Abdul Fikri Faqih, MM berpesan untuk pengurus yang jadi atau tidak jadi lagi harus terus mendawamkan kebaikan, karena sudah menjadi tugas bersama. “Keunikan pemilihan pengurus PKS ibarat pernikahan. Akad nikahnya sudah. Musda ini walimahnya. Siapapun yang terpilih, bisa memegang amanah, dan menegakkan amar ma’ruf, melakukan pendidikan politik bersama-sama parpol lain, dan membantu penyelenggaraan pemerintah Kota Tegal,” katanya.

Fikri juga menekankan agar seluruh kader untuk terus menerus memproduksi kebaikan. “Kebaikan itu bukan monopoli PKS. Misalnya pemerintahan merupakan sarana memproduksi kebaikan. Kalau programnya baik, PKS harus dukung Tapi kalau ada unsur bahayanya, PKS harus mengkritisi. Mengkritik tapi memberi solusi,” ungkapnya.
Wali Kota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpolinmas Suripto, mengapresiasi positif pelaksanaan Musda 4 PKS Kota Tegal. Masitha berharap kepengurusan PKS yang baru bisa dapat bersinergi menjadi stake holder dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.

Walikota mengakui PKS masih konsisten mengusung nilai-nilai agama. Tidak ada satu pun nilai-nilai agama yang mengarah pada kemudaratan, dan ini juga harus dijadikan rambu-rambu PKS agar semua yang dilakukan kader dan PKS mengadopsi nilai-nilai agama.
Pra Musda 4 PKS Kota Tegal kemarin juga diramaikan dengan acara senam nusantara, bazaar sembako murah, donor darah, dan festival hadroh. Pada kesempatan Musda 4 PKS juga terdapat acara pemberian penghargaan bagi anak-anak kader berprestasi, serta penghargaan PWK (Pos Wanita Keadilan) untuk kategori PWK tergiat dan teraktif.

H. Amiruddin, Lc, Kembali Pimpin PKS Kota Tegal

TEGAL. PKS KOTA TEGAL - Musda 4 PKS Kota Tegal sukses digelar, Minggu (1/11/15) di Gedung Felis Kota Tegal dengan menghasilkan pengurus baru DPD PKS Kota Tegal periode kepengurusan 2015-2020 mendatang.

Hasil keputusan DPP PKS yang diwakili Dewan Syariah Wilayah Ust. Amar Syamsi, Lc memutuskan H. Amirudin, Lc kembali dipercaya menahkodai PKS Kota Tegal.

Berikut pengurus DPD PKS Kota Tegal periode 2015-2020 :
Ketua MPD (Majelis Pertimbangan Daerah)       : Drs. H. Darni Imadudin,MM
Sekretaris MPD                                                      : Rofii Ali, S. Si
Ketua DSD (Dewan Syariah Daerah)                  : H. Imanudin
Sekretaris DSD                                                      : Bayu Prakasa, ST
Ketua Umum DPD PKS Kota Tegal                     : H. Amirudin, Lc
Waka Ketua DPD PKS Kota Tegal                      : Retno Kristanto, SE
Sekretaris                                                                : R M. Danil Mujib, S. Kom
Bendahara                                                               : Ihsan Priyono, SPd
Kaderisasi                                                               : Tauhidin, S.Pdi

Senam Nusantara Ramaikan Rangkaian Agenda Musda Ke-4 PKS Kota Tegal


TEGAL, PKS KOTA TEGAL - Ratusan kader, simpatisan, dan masyarakat Kota Tegal memadati GOR Wisanggeni pada Minggu pagi (25/10). Mereka hadir dalam rangka mengikuti Senam Nusantara yang diselenggarakan dalam acara Musda ke-4 PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
Acara Senam Nusantara ini pun disambut antusias oleh warga sekitar yang kebetulan sedang berada di lokasi GOR Wisanggeni. Antusiasme warga sekitar menyambut baik dengan adanya senam ini. Mereka mengikuti senam dari awal sampai akhir dengan tertib, dan penuh semangat.
Seperti namanya Senam Nusantara menjadi media pemersatu antara sesama kader dan masyarakat. Senam ini dipandu langsung oleh tiga instruktur senam terlatih. Mereka adalah Sofwan, Ali Mubarok, dan Bahtiar Rifai.
Zaenal Nurrohman selaku ketua panitia mengatakan bahwa senam ini diselenggarakan sebagai salah satu kampanye hidup sehat bagi masyarakat Kota Tegal. “Bukankah, Rasulullah lebih menyukai mukmin yang kuat daripada yang lemah, ungkapnya.
Sore harinya acara dilanjutkan dengan Donor Darah yang bertempat di Kantor DPD PKS Kota Tegal. Sebanyak 100 pendornor yang berasal dari kader PKS Kota Tegal dan masyarakat sekitar secara sukarela mendonorkan darahnya untuk memenuhi pasokan kebutuhan darah di PMI Kota Tegal.
Mantan Anggota DPRD Kota Tegal Darni Imanudin, yang juga salah satu tokoh PKS Kota Tegal turut berpartisipasi mendonorkan darahnya dalam kegiatan tersebut. Ia menyambut baik acara donor darah ini karena selain momentum yang tepat untuk kembali donor, tapi juga sesuai  dengan tema Musda kali ini Berkhidmat untuk Rakyat. Menurut rencana puncak acara Musda akan digelar pada tanggal 1 November 2015 di Gedung Felis, Kota Tegal.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ketum DPW PKS Yang Baru

SEMARANG, PKS KOTA TEGAL – Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah periode 2009-2014, KH Kamal Fauzi akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng masa khidmat tahun 2015-2020.
Terpilihnya pria asal Kudus tersebut dipastikan setelah melalui mekanisme pemilihan raya (pemira) yang digelar pada Ahad (5/10) lalu dan ditetapkan oleh Presiden PKS pada Ahad (18/10) dalam momentum musyawarah wilayah (Muswil) PKS Jateng keempat.
Pria yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren Ma’ahid di Kabupaten Kudus ini berharap PKS Jateng kedepan lebih banyak mencetak pemimpin yang bermoral, integritas namun juga njawani.
“Salah satu tekad kita hari ini agar PKS Jateng terus berkhidmat untuk masyarakat dengan lebih njawani,” tandasnya dalam pidato politiknya, Ahad (18/10).
Mengenal Sosok Kamal Fauzi
Kamal Fauzi, begitu nama pria ramah ini dipanggil, adalah salah satu anggota awal PKS di Jawa Tengah. Awal mula dipertemukannya dengan tarbiyah adalah ketika tahun 1989, aktif di organisasi keislaman Pemuda Islam Indonesia (PII). Karena PII memang menjadi basis pengkaderan mahasiswa dan pelajar muslim, Kamal pun ikut terjaring dan kemudian bertemu dengan tarbiyah, melalui perantara seorang Mutamimul Ula.
Pada tahun 1989 tersebut, Kamal yang juga sedang kuliah di Undaris Kudus ini pernah didaulat sebagai pengajar pesantren, dan menjadi maahid Kudus. Mulai tahun inilah, Kamal Fauzi akhirnya bergabung dengan para aktivis tarbiyah generasi awal, bersama sang guru, Mutamimul Ula. Kebetulan kakak kandung Kamal, Syuaibul Huda juga merupakan aktivis dakwah, namun ternyata sang adik belum mengetahuinya.
Kamal baru tahu ketika mendapati Syuaibul Huda pernah menerima materi yang sama dengan dirinya, yakni Qossoisu Dakwah. Karena penasaran, Kamal pun lalu pergi ke Jakarta untuk bertemu Muhroni, kolega dan teman sewaktu kuliahnya. Kamal pun dipertemukan dengan Muhroni, untuk sekedar melakukan konfirmasi terkait kesamaan kitab antara dirinya dan kakaknya, Syuaibul Huda.
Mulailah, saat itu pada akhirnya setelah mendapatkan rekomendasi Muhroni, Kamal mulai rajin halaqoh, bersama teman satu halaqohnya, Fikri Faqih, Syuaibul Huda ( kakak kandungnya) dan dipegang oleh Mutamimul Ula dan Aus Hidayat Nur. Kurang lebih selama 2-3 bulan, Kamal menghabiskan waktu halaqoh bersama teman-temannya tersebut. Sampai pada akhirnya Kamal ikut liqo di Yogjakarta, bersama temannya yang lain: Huda dan Samsul Balda. Itulah awal mula ketergabungan Kamal Fauzi ke dalam PKS.
Menjelang akhir 1997, negara sedang mengalami chaos, Kamal juga turut serta melakukan aksi untuk menggoyang Soeharto dengan bendera KAMMI. Para aktivis dakwah melakukan demonstrasi jalanan, hingga akhirnya tuntutan mereka tercapai, yakni lengsernya Soeharto dari singgasananya. Hingga kemudia para aktivis dakwah mendeklarasikan berdirinya Partai Keadilan (PK) pada 20 Agustus 1998.
Kamal Fauzi sebenarnya adalah salah satu dari sekian banyak yang menyetujui pembentukan ormas daripada partai. Namun karena keputusan syuro (musyawarah petinggi jamaah) membentuk partai, Kamal pun percaya kepada keputusan syuro.
Amanah pertama yang diemban oleh Kamal saat-saat dakwah ini baru tahap awal adalah menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Kudus. Tugasnya selain mengendalikan struktur di Kudus, Kamal juga harus melakukan ekspansi dakwah, membentuk DPD Jepara, Kudus, Rembang, Blora.
Amanah sebagai Ketua DPD PK Kudus inilah yang membuat sosok Kamal makin dewasa dan matang dalam dakwah dan politik. Sehingga kemudian, Kamal diamanahi menjadi Koordinator Wilayah Pati, mengawal proses kaderisasi, rekrutmen dan rintisan dakwah di Eks Karesidenan Pati.
Pasca menjadi Ketua DPD dan Korwil sampai tahun 2004, Kamal mendapatkan amanah lebih berat di tingkat struktur wilayah (DPW), yakni sebagai Ketua Daerah Dakwah (KDD) eks karesidenan Pati sampai tahun 2004.
Kemudian, amanah selanjutnya yang diemban Kamal adalah Ketua Bidang pembinaan Kader dari tahun 2004-2009. Selanjutnya, amanah Kamal di struktur PKS adalah sebagai Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Jateng pada periode 2010-2015. Kini, Kamal terpilih menjadi ketua DPW PKS Jateng untuk periode 2015-2020 mendatang. DIluar amanah struktur partai, Kamal juga menjadi pengasuh pondok pesantren Ma’ahid di Kudus, kota kelahirannya.
Cara Menikmati Dakwah ala Kamal Fauzi
Kamal Fauzi terppilih menjadi aleg PKS provinsi pada tahun 2009 hingga 2014, sehingga tantangan pun banyak dihadapi oleh Kamal Fauzi dalam kiprahnya di dunia legislatif. Hal tersulit yang pernah dirasakan olehnya adalah bagaimana bisa memahami orang lain dan jangan menuntut untuk dipahami. Banyak peristiwa yang dilalui Kamal dengan segala romantikanya, tepatnya di Komisi D.
Kegiatan reses dan diskusi bareng masyarakat adalah salah satu kegiatan penghubung yang sering dilakukan oleh Kamal dan aleg lainnya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satu contohnya adalah ketika Kamal mengumpulkan pengurus Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Sekolah “Guyub Rukun”, Kamal ingin mendengar secara langsung profil dari Paguyuban PKL Sekolah yang baru berdiri pada tahun 2012 ini.
Selain itu Kamal Fauzi juga menghadirkan dinas Perdagangan dan Koperasi Provinsi Jateng, diundang pula dinas Koperasi Kabupaten Kudus.
Kamal mungkin adalah satu diantara para kader yang begitu menikmati dakwah yang dijalaninya. Banyaknya agenda justru semakin membuatnya merasa bahagia. Salah satu contoh yang pernah dilaluinya adalah ketika selesai koordinasi membahas agenda dakwah, kemudian tidur di masjid Rembang, begitu terus sampai berulang-ulang.
Selain itu, bagi sosok Kamal, yang terpenting bagi seorang kader dakwah adalah tidak pernah berhenti berdakwah, kapanpun dan dimanapun. Baginya, sosok kader dakwah jangan pernah berniat berhenti, dan jangan merasa paling bisa dan mampu.
 “Dengan merasa kita adalah sama, maka dakwah yang dijalani akan selalu nikmat dan membahagiakan,” kata Kamal saat menyampaikan pesannya kepada kader PKS.
( Ped )
*http://berita.pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/2164/Mengenal-Lebih-Dekat-Sosok-Kamal-Fauzi-Ketum-DPW-PKS-yang-Baru

KH Kamal Fauzi Akhirnya Terpilih Sebagai Ketum DPW PKS Jateng

SEMARANG, PKS KOTA TEGAL – Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah periode 2009-2014, KH Kamal Fauzi akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng periode 2015-2020.

Terpilihnya pria asal Kudus tersebut dipastikan setelah melalui mekanisme pemilihan raya (pemira) yang digelar pada Ahad (5/10) lalu dan ditetapkan oleh Presiden PKS pada Ahad (18/10) dalam momentum musyawarah wilayah (Muswil) PKS Jateng keempat.

Pembacaan naskah SK Presiden PKS tersebut diwakili oleh ketua Wilayah Dakwah (Wilda) Sigit Sosiantomo, di Kantor DPW PKS Jateng, lantai 3, Jalan Kelud Utara nomor 46, Petompon, kecamatan Gajahmungkur, kota Semarang.

Menurut Sigit, ketua DPW baru ini dipilih dari 27 kader PKS kemudian dikerucutkan menjadi sembilan calon anggota DPTW. “Kemudian sembilan nama tersebut kami usulkan kepada Presiden untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK),” katanya.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan bahwa sesuai  SK nomor 389/SKep/DPP/PKS/1436 tentang Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah pada tanggal 8 Oktober 2015, untuk periode kepengurusan 2015-2020.

“Mengingat AD/ART dan keputusan 4/SKep/MS/X/10 Agustus 2015, hasil musyawarah hasil pimpinan tingkat pusat, hasil rapat pleno pengurus pusat. Hasil pemilihan umum internal (PUI), memutuskan menetapkan DPTW PKS Jateng 2015-2020 dengan nama terlampir,” jelasnya.

Adapun, kata Sigit, nama yang akan menduduki amanah sebagai DPTW PKS Jateng adalah Quatly Abdul Kadir (Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah), Agus Abdul Latif (Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah), Amar Syamsi (Ketua Dewan Syariah Wilayah) dan Madi Mulyana (sekretaris Dewan Syariah Wilayah).

“Selanjutnya, KH Kamal Fauzi sebagai Ketua DPW PKS Jateng, Ahmadi (Wakil Ketua DPW PKS Jateng), Ikhsan Mustofa (Sekretaris DPW PKS Jateng), Anwar Abdul Ghoni (Bendahara DPW PKS Jateng) dan Thohari sebagai Ketua Bidang Kaderisasi,” pungkasnya.

Dengan demikian, sejak Ahad (18/10), Kamal akhirnya resmi menggantikan Abdul Fikri Faqih sebagai Ketua DPW PKS Jateng untuk periode lima tahun mendatang.

Dalam penetapan DPTW ini, turut hadir diantaranya adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Abdul Fikri Faqih, Sekretaris Jenderal PKS Taufiq Ridho, Menteri Pertanian era Presiden SBY Suswono, Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto, budayawan Prie GS.

Kemudian turut hadir pula Ketua DPW PKB Jateng Sukirman, Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dan Kapolda Jateng yang diwakili oleh Kepala Bagian Analis Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, AKBP Bambang Purwadi.
( Ped ) 
*http://berita.pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/2160/Kamal-Fauzi-Terpilih-Jadi-Ketua-DPW-PKS-Jateng

15 Kader Terbaik Berpeluang Jadi Ketua Umum DPD PKS Kota Tegal

PKS Kota Tegal - Tegal, Sebanyak 15  nama kader partai berpeluang untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal periode mendatang. 15 nama tersebut akan dipilih dalam Pemilihan Umum Internal (PUI) yang digelar pada hari Ahad (4/10/2015) di Kantor DPD PKS Kota Tegal.
Ketua Umum DPD PKS Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc menyampaikan hal itu di Kantor DPD PKS , Ahad (4/10) sehubungan akan dilaksanakannya PUI yang merupakan rangkaian agenda Musyawarah Daerah (Musda) PKS Kota Tegal.
Menurut dia, dari 15 nama tersebut nantinya akan dikerucutkan sebagai kandidat calon ketua umum oleh Dewan Pengurus Wilayah ( DPW ). Ia mengatakan, nama-nama tersebut akan dipilih oleh kader melalui PUI.
Pemilihan dilakukan di Kantor Sekretariat DPD PKS Kota Tegal.
“Tujuan dari PUI adalah untuk memilih 9 orang Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD). Kemudian dari unsur DPD yakni Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Ketua Bidang Kaderisasi,” tandas Amir dalam keterangan persnya.
Sementara dari unsur MPD yakni Ketua dan Sekretaris dan dari unsur DSD yakni Ketua dan Sekretaris. Ia menyatakan, Pemira merupakan bagian dari rangkaian agenda Musda PKS Kota Tegal.
Kelanjutannya adalah yang akan dilaksanakan pada pada 1 Nopember 2015 mendatang . “Dalam Musda tersebut akan disusun kebijakan strategis bagi kepengurusan 2015-2020, pengumuman dan pelantikan DPTD PKS Kota Tegal, saya berharap kepengurusan 2015-2020 lebih solid lagi, mampu meneruskan bahkan meningkatkan kinerja kepengurusan sebelumnya," katanya.
Beberapa nama populer juga turut meramaikan bursa calon Ketua Umum DPD PKS Kota Tegal , diantaranya  H. Amiruddin, Anggota DPRD Kota Tegal, Rofii Ali, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo. Kemudian ada Retno Kristanto, RM. Danil Mujib, Tauchidin, Bayu Prakasa,  Ahmad Sarjo. Selanjutnya adalah Abdul Ghoni, Darni Imaduddin, Sriyanti, Erni Ratnani, Ma.muroh, dan Ismatul Maula.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. DPD PKS KOTA TEGAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger